Selebaran iklan TKI on Sale yang beredar di Malaysia baru-baru ini dinilai sejumlah pihak di Indonesia adalah merupakan sebuah bentuk pelecehan terhadap TKI yang selama ini bekerja di negeri Jiran. TKI on Sale seolah-olah ingin menggambarkan bahwa TKI adalah sebuah komoditas yang bisa diperjualbelikan seenaknya bagi warga Malaysia.
Pada selebaran di atas kata-kata "INDONESIAN MAIDS NOW ON SALE !!!" jelas-jelas ingin menunjukkan bahwa pembantu-pembantu yang berasal dari Indonesia bisa diperjualbelikan. Di selebaran tersebut juga mencantumkan adanya diskon sebesar 40%.
Tidak heran bila selebaran ini telah memicu kemarahan rakyat Indonesia dan saya pikir setiap warga negara Indonesia yang mendapati selebaran ini pasti akan merasa malu, marah dan merasa dihina oleh si pembuat iklan tersebut.
Kasus seperti ini menambah sederet bentuk pelecehan terhadap rakyat Indonesia dan kalau dibiarkan terus menerus, saya khawatir warga Indonesia yang berada di Malaysia akan dianggap sebagai sampah. Pemerintah Indonesia harus tegas dalam menyikapi persoalan serius seperti ini dan dapat menekan pemerintah Malaysia agar segera menuntaskan kasus ini serta menyeret pelaku pemasang iklan Rubini ke meja hijau untuk dihukum sesuai hukum yang berlaku di Malaysia. Bila tidak, kedepannya, bukan tidak mungkin kasus seperti ini akan selalu dan selalu terulang lagi.
