Besok adalah hari pencoblosan untuk menentukan siapa yang akan memimpin Jakarta lima tahun ke depannya. Apakah Gubernur Fauzi Bowo yang akan terpilih kembali atau Walikota Solo Joko Widodo yang akan menggantikan Gubernur DKI Jakarta aktif sekarang? Sebuah pertanyaan yang saya pikir sangat sulit untuk dijawab. Sebab masing-masing kandidat memiliki kelebihan dan kekurangannya.Melihat kekuatan politik di dua kubu kandidat, sepertinya sangat berimbang. Adalah menjadi hal yang sangat menegangkan untuk melihat siapa yang bakal keluar sebagai pemenang pilkada putaran kedua yang akan dilangsungkan besok. Kedua kubu masing-masing memiliki kesempatan yang sangat besar untuk duduk sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta.
Saya pikir, tidak hanya masyarakat di Jakarta saja yang berkonsentrasi penuh untuk menyimak siapa yang bakal menjadi pemimpin, melainkan seluruh rakyat Indonesia akan ikut memusatkan perhatiannya untuk pemilihan kepada daerah di Jakarta.
Menyimak persaingan di kedua kubu selama masa kampanye, berhembus berbagai isu yang tidak sedap seperti isu SARA yang santer terdengar. Hal ini tentu saja tidak sehat untuk diterapkan di masyarakat kita yang begitu majemuk. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan ada sekelompok kecil orang yang ingin memperkeruh situasi sepert yang saya baca di sebuah media online tentang tertangkapnya dua orang yang menyebarkan selebaran yang berisikan ajakan untuk membenci terhadap seorang atau sekelompok orang.
Hal-hal seperti ini tentu tidak diinginkan oleh sebagaian besar masyarakat kita terutama di saat ini adalah warga Jakarta. Tentu kita sudah capek melihat prilaku segelintir orang yang ingin membuat situasi menjadi kacau. Perbuatan menghina, menghasut, menyebarkan kebencian terhadap sebuah golongan adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji. Terlebih mengatasnamakan agama.
Di sinilah saatnya masyarakat Jakarta harus lebih dewasa dalam mensikapi berbagai permasalahan sosial yang tercipta di daerahnya. Masyarakat Jakarta tidak boleh terprovokasi oleh hal-hal semacam ini. Dan saya percaya masyarakat Jakarta sekarang tentu jauh lebih pintar menanggapi berbagai isu-isu yang tidak sedap. Bukan begitu?
Namun, ada sebuah pertanyaan, pentingkah warga Jakarta ikut menentukan siapa yang bakal dan pantas memimpin Jakarta untuk lima tahun ke depan? Pentingkah siapa yang memimpin? Jawabannya adalah sangat penting. Jadi dengan tepilihnya seorang gubernur yang benar-benar merupakan pilihan warga Jakarta, tentu gubernur terpilih tersebut akan lebih mendengarkan aspirasi warga Jakarta. Harapan warga Jakarta akan perubahan ke arah yang lebih baik akan lebih mudah dicapai.